Bantuan dan Santunan untuk Keluarga Yatim, Anak Yatim, Warga Terdampak dan Pesantren di Wilayah Aceh
(12/25) Bencana banjir yang terjadi akhir-akhir ini menyebabkan hilangnya harta benda dan korban jiwa. Yayasan Berkarya tergerak untuk ikut membantu mengerahkan bantuan secara langsung dan open donasi bagi para donatur yang ingin membantu saudara-saudara kita di Aceh. Aksi nyata dalam penyaluran donasi untuk korban bencana mulai dilaksanakan sejak tanggal 3 Desember 2025 kemarin. Bantuan diserahkan kepada keluarga yatim, anak yatim, warga terdampak banjir dan pesantren. Dana donasi yang terkumpul sebanyak 9 Juta rupiah, disalurkan untuk bantuan korban banjir secara tunai dan digunakan untuk membeli iqro’ 20 dan juz amma 20 buah untuk yang mengaji di tempat pengungsian.
Bantuan-bantuan yang sudah tersalurkan diantaranya: 1. Wa usuh warga Blang awe musibah rumah tiada tersisa dibawa banjir, mengungsi ke tempat kakaknya desa dayah jauh. 2. Bantuan kepada pesantren : (Pimpinan pesantren darul Muttaqien pindah mengungsi ke toko, Diwakili Abg ustadz Masriadi, pimpinan balai pengajian darul mubarakah desa manyak lancok) 3. Bantuan kepada warga terdampak (Warga Manyang cut, Warga numpak yang menginap ditempat balai pengajian (Balai panggung) di desa teupin pukat meurah dua). 4. Tiga anak yatim dari Alm. Bapak Muhammad, Dua anak yatim kelas 2 dan kelas 4 SD dari Alm. Bapak Saiful, dua bersaudara santri yatim-piatu yang terdampak banjir
Kronologi musibah yang terjadi pada Alm. Bapak Muhammad: Alm. Bernama Muhammad dibawa arus air yang deras ditemukan hari ke-lima, dikebumikan di desa ibunya dan mengungsi semua, jumlah anak Alm. 5, yang masih kecil 3 (tiga yang Yatim). Kembar dua orang dan SMP satu orang.
Kronologi musibah banjir yang menimpa Alm. Bapak Saiful malam pasca banjir dikejutkan dengan naik air laut Tsunami seluruh Pidie lari ke arah gunung, Alm. Bapak Saiful terjatuh, harus dilarikan ke rumah sakit sampai di rumah sakit meninggal dunia.
Kronologi dua bersaudara santri yatim piatu yang terdampak banjir : Kami serahkan santunan untuk dua bersaudara, anak yatim piatu di Gampong Kudrang Kec. Meureudu Kab. Pidie Jaya. Keduanya pulang dengan berjalan kaki dari pesantren yang berbeda. Sang kakak, Nauratul Amelia menempuh perjalanan sekitar 8 km dengan berjalan kaki dengan kawan-kawannya dan kemudian menumpang mobil di jalanan untuk sampai ke kampung halaman. Di persimpangan jalan dia turun dan berjalan kaki sekitar 1 km untuk sampai ke rumah. Sementara sang adik, Wildatul Amelia yang mondok lebih dekat dengan rumah juga pulang dengan berjalan kaki. Semoga keduanya menjadi santri yang sukses dunia dan akhirat.
Terima kasih kami sampaikan kepada semua pengurus dan donatur yang sudah membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang berada di Aceh. Semoga berkah barokah, aamiin.

